Published On: Thu, Jan 10th, 2013

Bandara Pindah ke Bantul ?

RENCANA pembangunan bandara di Temon Kulonprogo terancam batal. Ini menyusul melambungnya harga tanah di sekitar lokasi yang hendak didirikan Bandara. Harga tanah melambung secara tidak wajar hingga mencapai Rp 500 ribu permeter persegi. Atas fenomena tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pun memberi warning, bila harga tanah mahal, maka pembangunan bandara akan dipindah. Sultan tidak menyebut hendak dipindah ke mana.

Kita sangat yakin para spekulan ikut bermain dalam melambungkan harga tanah di sekitar lokasi. Seolah menjadi kelaziman, ketika di suatu lokasi hendak didirikan infrastruktur strategis, seperti bandara, perguruan tinggi, dan sebagainya, harga tanah di sekitarnya akan naik. Selagi kenaikannya wajar, 10 persen misalnya, mungkin tak terlalu menimbullkan masalah. Tapi kalau sudah mencapai 100 persen, bahkan lebih, tentu ini menjadi tidak wajar. Dan, di mana pun, melambungnya harga tanah, sedikit banyak akan menghambat investasi.

bandara

Kita menganggap peringatan Gubernur untuk memindah lokasi pendirian bandara dari Kulonprogo bukanlah main-main, melainkan sangat serius. Kalau harga tanah benar-benar melambung, maka apa boleh buat, pembangunan bandara urung dilakukan. Dan, hitung-hitung secara ekonomi, masyarakat Kulonprogo sendiri yang akan dirugikan. Sebab, dengan berdirinya bandara, otomatis akan menggerakkan sektor ekonomi lainnya, seperti perhotelan, rumah makan, transportasi dan usaha jasa lainnya. Akibatnya, Kulonprogo akan terus tertinggal dari daerah lain. Hal ini telah diingatkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Tavip Agus Rayanto Jumat lalu (KR, 21/12).

Kita sebenarnya juga telah mengingatkan soal aksi para spekulan tanah. Begitu wilayah Temon Kulonprogo terpilih sebagai lokasi bandara, para spekulan agaknya langsung bergerilnya dan mempengaruhi para pemilik tanah agar menaikkan harga. Pemkab Kulonprogo pun telah memperingatkannya. Namun, agaknya hal itu tak pernah dihiraukan. Bila β€˜ancaman’ Sultan benar terwujud, sehingga pembangunan bandara dipindah, pertanyaannya pindah ke mana? Kita pun langsung mengarah ke Bantul. Sebab, sebagaimana disebut – sebut sebelumnya, bandara akan dibangun di Bantul, bukan di Kulonprogo.

Bupati Bantul Hj Sri Surya Widati tak mau ‘nggege mangsa’, sehingga ketika ditanya wartawan soal kesiapan Bantul, Bupati tak mau berkomentar banyak. Intinya, Bupati Bantul nderek Ngarsa Dalem. Inilah sikap yang paling bijak.

Meski begitu, kita yakin Bantul sebenarnya sangat siap untuk dipilih sebagai lokasi pembangunan bandara. Sanden disebut-sebut sebagai lokasi yang tepat dan strategis, antara lain karena jaraknya lebih dekat dengan jantung Kota Yogya Meski izin pembangunan bandara menjadi wewenang pemerintah pusat, namun untuk lokasi tetap harus ada rekomendasi dari Sri Sultan HB X sebagai Gubernur DIY. Jadi, kita tunggu saja rekomendasi Gubernur.

Tajuk Rencana SKH Kedaulatan Rakyat, Edisi Rabu Wage 26 Desember 2012 (12 Sapar 1946)