Published On: Thu, Jan 10th, 2013

Goa Cerme

goa-cerme

Goa Cerme ini berada di Dusun Srunggo, Deso Selopawiro, Kecamatan Imogiri, atau 20 km ke arah selatan dari kota Jogja. Goa ini, konon dulunya dipakai oleh Walisongo sebagai tempat tafakur dan musyawarah menyusun strategi dakwah pengajaran agama Islam di Jawa. Konon pula, nama Goa Cerme berasal dari kata “arame” yang berarti ceramah atau dakwah.

goa cermeGoa ini termasuk goa yang panjang dengan kedalaman kurang lebih 1,5 km dan berakhir pada sebuah sendang di wilayah Panggang, tepatnya di desa Ploso, Giritirto, Kabupaten Gunungkidul. Begitu masuk ke dalam Goa, kamu bakal terpesona oleh keindahan stalagtit dan stalagmitnya, sungai bawah tanah yang mempesona dan banyaknya kelelawar yang ada di sana. Lantai goa digenangi oleh air tanah dengan rata-rata kedalaman air sekitar 1 hingga 1,5 meter. Semakin jauh menyusuri goa, ternyata ada banyak hal yang jauh lebih menarik yang bisa ditemui. Ada bentuk ruangan seperti panggung pertemuan, batu gamelan, hingga air zam-zam dan air terjun bawah air. Selain Goa Cerme, di sekitarnya terdapat gua lain yang lebih kecil seperti Goa Dalang, Goa Ledek, Goa Badut dan Goa Kaum yang sering digunakan orang untuk bersemedai.

Lokasi : Dusun Srunggo, Desa Selopawiro, Kecamatan Imogiri.
Transportasi : Untuk menuju ke Goa Cerme bisa naik bus jurusan Parangtritis, lalu turun di Terminal Parangtritis atau jembatan Kretek sebelum pintu gerbang Parangtritis. Habis itu ganti bus kecil jurusan Tepus atau Imogiri. Sayangnya, angkutan tidak bisa langsung menuju lokasi, begitu turun dari bus ganti ojek menuju lokasi dan minta antar langsung ke mulut goa.

Pengunjung yang ingin masuk harus menggunakan helm yang telah dilengkapi lampu. Bila tidak, akibatnya sangat fatal. Bisa tersesat di tengah gelap gulita. Untuk mencapai gerbang depan goa, seseorang harus mendaki 759 meter tangga. Lebih baik jika pengunjung menghubungi Juru Kunci atau penjaga goa cerme terlebih dahulu untuk mendapatkan keterangan atau informasi yang tepat.